Rabu, 16 Desember 2009

buatmu sahabat

api amarah menampakkan ronanya
panas bara bersembunyi dibalik merah itu
menimbulkan petaka yang tertunda
pernah terpikir memisahkan api dengan panas
karena begitu menyatu kedua dari padanya
hingga aku tak kuasa
realita tidak selamanya butuh rasionalmu
realita sering diluar nalarmu
jika bertanya bukti kegalauan itu
aku tak bisa menjawab banyak pertanyaan api
sedikit air mampu menjinakkan sang jagoan
berani tidak untuk memilih
memilih warna-warna api yang tampak
atau bahkan yang kau tak sadari
betapa cantik keberadaannya
tapi menyakitkan jika kau berani bermain
aku tak memaksamu meninggalkan api itu
jika kau tau maksudku
berjuanglah untuk menjauh
aku akan selalu bersamamu
jika kau yakin akan keberadaan hangatku
hangat tanpa membakarmu

Tidak ada komentar: